Ya, aku adalah hati yang pernah mengisi hari harimu sebelumnya. berbagi cerita, pahit manis perjalanan yang penuh lika liku kamu tahu semuanya, karna aku pikir kamu adalah laki laki yang akan terus mengukir hari hariku yang ada restu.
Aku masih ingat waktu kau memutuskan hubungan kita dengan tiba tiba, waktu itu aku masih sangat sangat sibuk dan semangatnya dalam mengerjakan tugas akhirku, kau yang menjadi alasan semangatku menjalani hari hari study ku.tapi dengan singkat kau minta maaf kalau hubungan ini harus berhenti disini saja, tidak bisa dilanjutkan, dengan dalih orang tua tak berkenan dan beliau menyuruhku mempersunting perempuan pilihan hatinya dan aku tidak bisa berbuat apa apa kecuali menuruti kemauan beliau, terpaksa aku mengiayakan sehingga terjadilah pertunangan ples akad nikah secara sirri, dengan berat hati aku harus jujur agar kau tak lagi menyimpan harap dan cinta yang aku tahu ketulusanmu sudah jadi bukti untuk cinta kita, tapi aku harus bagaimana dia adalah orang tuaku dan sekarang dia juga adalah istriku, sepenggal isi pesan yang ku baca dari mu, dan aku membantah, kenapa kau tak mau usaha untuk menjelaskan ke orang tuanya dan coba memberi penjelasaan tentang hubungan kita,mungkin saja beliau akan mengerti,tapi apadaya kau sudah lebih dulu menyetujuinya.
Ya Allah inikah yang namanya patah hati ? saat kekasih hati pergi begitu saja dan dengan mudahnya ia mengucapkan kata berpisah setelah sekian lama hubungan ini terjalin secara baik baik.
mungkin aku masih bisa nerima kalau hubungan ini berakhir hanya gara gara orang tua jadi penghalang, yang buat aku sakit dan hancur, ia mengakui hubungan itu dan akan belajar mencintai istrinya.
meski ini adalah hal yang wajib tapi bagaimana dengan hatiku dan hidupku selanjutnya, bagaimanapun ini hati tak mudah harus melupakan dan meninggalkan semua jejak kenangan, yang sudah kulukis dan harapan yang benar benar mateng aku impikan tapi apa boleh buat semuanya telah lenyap.
Semua sudah terjadi tak ada sesal yang menyelimuti dan mengurung diri dalam jeruji kasakitan menyiksa diri, jika masih terus aku lakukan maka aku telah membuang waktuku dengan cuma cuma tak berarti karna orang yang aku kasihi telah berbahagia sepenuh hati, itu semua aku ketahui di berandanya yang full dengan kata bahagia, manis dan berlapis lapis bulan madu yang di utarakan secara gamblang
buat hati ini tambah sesak dan lagi lagi aku terburai oleh air mata kecemburuan.
Selang waktu berlalu aku mulai tenang dengan keadaan sebelumnya, pernafasan ku sudah lega dan ringan
senyumku kembali menyungging di pelipis pipi, setidaknya itu dulu jadi langkah pertama untuk mencairkan hati yang telah lama beku, aku mulai sibuk kembali menata hari hariku "Alhamdulilah" nikmat Tuhan memang tak pernah hilang dari orang orang yang pandai bersukur dan ikhlas segala suratan yang menimpa nya.
Hari-hari ku full dengan kegiatan ngajar mengajar yang selama ini aku idamkan, berbagi ilmu dan pengalaman pada adik-adik di kampungku mulai dari tingkat Tk,Mi dan juga MTS semuanya kujalani dengan baik dan tekun, biarlah hanya mengajar di kampung tapi kebahagiaan yang kudapatkan tak bisa ku tuker.
selain itu aku sekarang seorang mahasiswi di salah satu fakultas pendidikan di universitas kota, sekarang aku lebih mampu melakukan banyak hal dan menggandakan pribadiku perduli terhadap sesama dan aku juga aktiv di berbagai kegiatan di kampus maupun di luar kampus, selagi itu juga tidak mengganngu tanggung jawab ku yang lain.
Sesuatu yang pernah kita miliki dan Allah ambil itu tak lain kecuali Allah akan menggantikan nya dengan yang lebih baik dan indah, kita sebagai insan hanya bisa usaha dan berdo'a yang memutuskan Allah lah yang maha bijaksana.
aktivitas yang selama ini aku jalani cukup banyak menyita istirahatku,, hingga adik ku sendiri mengatakan kalau selama ini aku sudah jarang memperdulikan keberadaan Hp ku, memang sih aku membawanya setiap langkah ku dan jadi teman setia untuk mengingatkan waktu agar setiap detik yang berlalu tidak sia sia begitu saja,tidak lebih dari itu aku tak menyentuhnya
sampai ketika waktu aku bertemu salah satu kawan lamaku dijalan, mengatatakan kenapa akhir ini kau jarang sekali aktiv hingga kita kita susah menghubungi mu,? sebenarnya aku memang sengaja menghindar dari dunia maya, aku hanya ingin lebih fokus ke pekerjaan ku sekarang ini walaupun itu bukan alasan utama yang kupilih tapi inikan hidupku suka suka aku dong harus ngapain,? sekaligus jika aku memutuskan untuk menutup diri dari dunia maya.
Tapi aku berfikir ulang dan coba lebih berfikir positif, siapa tahu selama ini memang benar teman temanku kesusahan menghungiku, kenapa aku harus marah pada mereka hingga memberi hukuman pada orang yang tak tahu apa apa ? inikan tidak adil, pekikku dalam hati.
tepat jam 10 malam aku sudah menyelasaikan makalah ku untuk aku presentasikan besok lusa siang,
pikirku besok masih hari mingggu dan aku belum punya jadwal untuk mengisi hari liburku, kecuali siang nya aku ngisi di madrasah, ku melirik Hp ku yang sudah lama tak aku sentuh secara pribadi, akhirnya aku ambil dengan perasaan cemas dan penasaran,ku buka kembali emailku,,,,
banyak berita dan juga yang cht lewat pesan, aku terpaku melihat salah satu pesan yang sekarang aku baca,kelingking dikaki terasa dingin denyut nadiku terhenti tatapan mataku kabur, kata katku kelu "Astangfirllah ... kenapa semua ini harus terjadi sekian lama aku membenahi hatiku agar pulih dari rasa sakit yang sudah buat aku mati kini harus kembali ada bayang sesal dan harap ingin kembali.
{Dek hana, sekarang aku menyesl telah meninggalkanmu
dan lebih memilih mengikuti permintaan orang tua
ketimbang mendengarkan suara hatiku sendiri terlebih
dahulu,.dek hana istriku telah mengkhianatiku
ternyata selama ini dia tidak mencintaiku
dia juga korban dari perjodohan ini
dan sekarang sudah terbongkar seemuanya,
aku tidak tahu lagi harus kemana ?
maaf dek hana, aku sudah lancang menceritakan ini
padamu, aku tahu dek hana sudah lupa sama mas
itu tidak salah karna mas sendiri yang dulu
melepaskan dek hana,
jika dek hana berkenan izinkan mas untuk bertemu
dengan dek hana sebentar saja.
Ku ulang kembali pesan yang tadi aku baca dengan harap bukan dia pengirimnya, tapi tetap saja tak berubah nama dan profilnya memang dia, di satu sisi ada rasa bangga di hati entah karna apa aku gak tahu sebabnya, mungkin karna sekarang dia menderita, rasa puas tak bisa aku pungkiri dihati
namun tetap saja rasa iba masih terbesit, kenapa jadi begini ?
ah, hidup memang begitu dulu yang dianggap bahagia tak selamanya sama
Tanpa berfikir panjang, sepertinya yang di katakan mas adnan benar adanya dan aku langsung menbalas tanpa bertele tele. ku kirim pesan singkat " besok tunggu aku di taman sekitar jam sembilan, insyaallah kalau gak ada halangan aku akan datang. setelah ku kirim langsung kumatikan hp
aku tak mau larut dengan keadaan ini, ku temui saja besok mas adnan,ku matiin lampu dan tarik selimut
sebelum mata ku terlelap aku berdo'a Ya Allah hanya kepadamu aku menyerahkan segala urusanku tolong bimbing aku agar tak salah dalam melangkah dan mengambil keputusan.
Kusengaja berangkat lebih terlambat dari yang aku janjikan dari mas adnan, aku nyampek sekitar jam setengah sepuluh, ternyata benar mas adnan sudah ada ditaman entah sudah berapa lama dia menunggu
kusapa dia pelan pelan dari belakang, " Mas adnan,"! sedikit kaget dia menuleh ke arah panggilan ku, " Dek hana, kau benar benar mau datang "? pekiknya dengan nada tinggi, aku hanya anggukan kepala dengan ekpresi memelas karna aku kaget melihat mas adnan sekarang,? dia berubah bukan seperti mas adnan yang kukenal dulu, tubuh yang segar dan wajah yang bersih kini hilang dari pandangan ku, mas adnan sekarang seperti orang tidak terawat dan sedikit lebih kurus dari sebelumnya hingga tumbuh banyak pertanyaan di kepala ku, " kenapa mas adnan seperti ini " ? aku asih mematung seperti gak ada siapa siapa di depanku, begitu dengan mas adnan nampaknya dia juga lagi memikirkan sesuatu
" Dek hana kenpa kau diam saja "? aku kaget dan sadar kalau di depan ku ada orang, iya mas adnan ? aku langsung melanjutkan beberapa pertanyaan untuk mencairkan suasana agar tak dingin.
oia sudah berapa lama sampean menunggu ? maaf tadi aku masih ada keperluan mendadak makanya agak telat datangnya dan gimana kabar mu sekarang ? sahut mas adnan, ya seperti yang saampean lihat ini
dan sepertinya dek hana tambah baik aku seneng lihat nya, entah itu hanya basa basi atau apa aku tidak mengerti, yang jelas niat ku kesini cuma atas permintaan mas adnan tidak lebih dari itu.
Aku langsung ngambbil posisi duduk dan menanyakan perihal pertemuan kita hari ini " maaf mas lngsung saja, apa yang ingin mas bicarakan dengan ku "? karna aku tidak punya banyak waktu setelah ini aku harus kembali, jika sekiranya ada yang penting dan masalah yang bisa saya bantu terus terang saja, siapa tahu aku bisa membantunya.
lanjut mas adnan dengan suara yang lemas dan lambat, terus berlanjut mas adnan menceritakan semua perahara yang sedang dialami rumah tangganya secara gamblang, tanpa merasa sungkan dia membeberkan satu persatu kerumitan yang ia alami, sampai-sampai watak istrinya yang kurang baik di dengar oleh telinga, tapi begitulah hasil cerita yang bisa aku pahami dari mas adnan, sangat rumit sekali hingga aku sendiri tidak bisa memberi solusi karna masalah nya tidak hanya dari sifat istrinya saja yang tidak baik dan di tambah lagi istrinya mas adnan berselingkuh dengan alasan dia tidak mencintai mas adnan hanya terpaksa mengikuti kata orang tua
lagi lagi perjodohan terjadi hanya karna orang tuanya mas adnan punya banyak hutang pada mertuanya, agar hutang tersebut di anggap lunas maka mas adnan yang jadi korban, ya Allah kasihan sekali mas adnan dia terjebak di penjara tanpa jeruji dan sulit untuk membebaskan diri.
Perbincangan kita cukup lama dan aku juga sedikit memberi nasehat padanya, ya cuma sekedar memberi semaangat saja,
dan alhamdulilah sepertinya mas adnan lebih baik sekarang, senyum di wajah nya nampak sekali yang dari tadi dia hanya nunduk dan lesu, setelah aku dan mas adnan merasa cukup ngobrol aku langsung pamit minta pulang, lagian gak enak kalau dilihat orang,bagaimanapun dia masih status istri orang aku juga tidak mau ikut campur lebih jauh lagi, rasanya tak etis lagipula kalau ketahuan istrinya pasti dia marah, apalagi kalau sampai ia tahu tentang masalalu kita,bisa bisa mas adnan jadi korban lagi dari fitnah istrinya.
" Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) Nya
barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) Nya "
[ QS Al zalzalah Ayat 7-8 }
Mungkin dari situlah kita bisa mengambil hikmahnya, bahwa Allah itu tidak pernah tidur dan juga maha adil
dan ini semua berlaku kepada siapapun, baik diriku sendiri juga akan mendapatkan hal yang sama
" ya Allah semoga hati ini tetap patuh dan berlindung kepada Mu " jika suatu hari nanti engkau kirimkan jodohku maka izinkanlah aku berpasangan hidup dengan laki laki yang mencintai mu Aminnn .....
Jum'at, 06.55
22.09.2017
diaryanafatih.blogspot.com
