![]() |
Inilah tarian tarian sajakku yang telah lama terbelenggu menahan rindu yang menyusup sayu, tentang cinta,luka dan air mata semua adalah misteri bagiku dan tidak secuil rasapun aku mengetahui getaran yang bertahta di relung hati ini,Aku harus bagaimana bila ia menyapa? sedang aku dan hati belum mengerti senandung rayuan yang rumit di mengerti, harus aku sandarkan pada siapa? dan aku bawa kemana? bila ia hadir runtuhkan jiwa?.
Sedang pitalan hatiku sendiri masih sulit kucari dan menjelajahi sejauh yang kucari,dan aku mengorek tentang kebenaran dan kepastian yang sejati nya berada hanya fatamorgana belaka,masih ku ulangi tanyaku kembali bagaimana bila ia hadir diam diam jiwa? sedang aku tak punya ruang pasti untuk di tempati oleh hati yang tak punya bijak.
dan bagaimana bila ia datang secara tiba tiba, sedang aku tak siap menerima hujan yang tak mau menunggu kehadiran pelangi.
Bagaimana bila aku memilih dalam diam hening menahan rindu ? dan cukup hati yang tahu tanpa harus di sebarkan ke penjuru dunia dan sejuta insan, bagaimana bila hanya aku ungkapkan dalam do'a dan kusampaikan pada Tuhanku semata perihal rasa yang mendalam dan tidak tau kapan akan berakhir, sebab aku hanya tahu Tuhanlah yang mengerti tentang maksud dan rintih nasib yang sedang menimpa hatiku dan hanya Tuhan yang tahu sosok yang belum aku kenal itu.
Bagaimana kalau aku lebih percaya memberikan jeda kepada Nya? tentang aku mencari, merindu, menanti dan memilih kepastian untuk kebaikan pribadi sendiri,dan aku biarkan rasa yang kumiliki cukup bersemayam tanpa ku usik nyanyian rindu yang menderu dan aku simpan hingga nanti aku persembahkan pada pendamping ku yang hakiki.
Bagimana bila aku sudah lelah dengan rasa ini? sebelum aku puas mengenyam bayang nyata dalam pelukan ku nanti yang tiap hangatnya menyelusup kedalam ulu hati,dan waktu keburu pergi di telan bumi, yang tersisa hanya bayangan menghantui jiwa dan sudah pasti raga belum bersua dan pertanyaan ku torehkan kembali pada Nya. bagaimana? harus kulukiskan tentang jiwa yang penuh goresan rindu dan harapan yang terlanjur menari nari direlung hati dan kemana aku mencari jawaban kepastian yang belum sempat aku kabarkan pada setiap tetes Embun yang setia menemani pagiku.
Mungkinkah semua berakhir dan bermuara hanya dalam keganjalan keganjalan meresahkan jiwa? sedang semak semak harapan bermunculan memberi udara nafas keleggaan, aku tidak tahu? apa semua yang ku tanam akan tumbuh sesuai mimpi atau akan kenah kemarau panjang dan bisa bertahan hingga musim kembali bercucuran bawa hujan menyejukkan.
Kemaren adalah cerita yang di susun rapi,dan sekarang adalah kenyataan yang harus di jalani sepenuh hati,kadang beban dan air mata datang secara bersamaan tanpa harus ada janji yang mengikat terlebih dahulu, itulah alam yang berjalan dan menjadi kodrat yang nyata tanpa di pertanyakan musababnya.
Dalam pelik aku menyusun kalimat takdir ku sendiri yang telah lama bersemayam di dada, ku seka tiap bait yang membuat aku ragu dan sulit memilah mana yang baik dan tidak nya, ini cerita hati hanya akan di mengerti oleh hati dan dapat di sentuh hanya hati, Entah akan bermuara kemana aku sendiri belum tahu, aku hanya mampu menyimpan segudang pertanyaan dan ketakutan.
Ah biarlah suatu hari akan pasti, tentang bermuara atau berakhir ?? ......
kamis,05;10
12.10.2017
diaryanafatih.blogspot.com
