![]() |
| pagi |
Lihat sinarnya nampak cerah
mentari pagi telah bersua
kembali,
senyum lebar menghias di pelipis
sang surya
tirai perlahan ku tarik
subahanullah ...
hangat menyebar di celah celah
embun dan dedaunan
seraya mengucap tasbih dengan lembut
ku angkat wajah menghirup nafas
dalam dalam merasuk ke relung
jiwa tentram
Ah...sang pagi,?
kau memang selalu indah
menebar hangat memberi semangat
baru, menumpahkan harapan haru
bertaburan butiran intan
berjuta asa melambung tinggi
setinggi mentari pagi ini
aku tak mampu memberi aksara
selain ucapan selamat pagi
pada sekuntum bunga
pada kicauan burung
Pagi Menyapa Kembaali
Ku buka mata yang masing remang remang
sehabis ku tinggalkan mimpi
bibir ku belum berkeming
tentang pagi yang telah kian kali
menyapa,
ku hanya tersungkur meratapi
bagaimana tidak,?
sudah berulang kali pagi menyapa ku
Namun ia mengabaikan hati ku
yang sudah lama bekku
tak tercairkan
Embun hanya berceceran saja
tak perduli,
aku yang amat merindu
pagi ku bersua sang kekasih
pelipur lara
kemarin dan lusa akan tetap sama
aku hanya berada di semak semak
pagi merana
hingga aku tersadar
membuka otak ku
sudah saat nya aku menikmati
instrumin ilahi,
menari bersama hangat dan jua gerimis
Ahh ....
Mungkin saja inilah kisah ku yang tak sempurna
Puisi ku, Selamat pag
Angin menari di sela sela nafas
biasnya embun pagi ku hirup
menyejuk kan
sang surya berbinar menyungging senyum
seakan menitip kabar tak terlupakan
sajak ku saja
hanya membingkai jadi lembaran warna
ikut menghias tak mau kalah
sedang sebagian wajah wajah
masih enggan beranjak
setiap nafas berbeda beda
berbagi cerita bersama sang mentari
ada kala ia menyapa melewat secangkir
kopi,
ada pula memilih jemari bercengkrama
Aku memilih melukis sajak ku
dengan sehelai kertas
merias kalimat jadi puitis
menyapa pagi dengan senyum hangat
tersedia ucapan selamat
pada sang seluruh bumi
yang bertahta menyukuri isi
bersenandung lantunan kalam
Tasbih dan tahmid
Aduhai para hati
selamat pagi
Kamis,05:54
16.11.2017
diaryanafatih.blogspot.com
