Aku sering sendiri
kerap kali sepi menghampiri
tak ada bayang yang menemani
meski kadang angin coba menyapa
tuk sekedar menghibur,
Biarkan saja....
semua adalah misteri
barang kali kita merasa
tak punya hidup saat sepi
yang berkali kali menghampiri
saat keramian berjuta mata
menikmati
dan diri hanya termenung
tak ada celah mendekati
mungkin saja ....
di situ kita menemukan jati diri
tak ada yang mustahil bukan?
bila kesedihan saja menjelma
maka kebahagian juga akan muncul
dalam keheningan yang sering
buat lumpuh pikiran,
namun kesendihan jua
puncak awal perubahan
dan di situ insan akan menunjuhkan
sesuatu jauh tak terbenak
Hembusan Angin Malam
Angin malam menyapa kembali
suara jangkrik membising di telinga
seakan tahu isi kalbu yang menderu
bersama nafas yang tersenggal di balut rindu
ku buka tirai
dan melangkah ke luar
panuroma malam ini tak jauh berbeda
dari sebelum nya
mengintai sama tak pasti
ketika senja telah berenjak
dari tempat dan berkamit pulang
di ganti seribu bintang bercahaya
Aduhai angin malam ?
titik mu tak ku dapati
namun dapat kurasa lewat kenyamanan,
sampaikan salam dan harapan ku
tuturkan padanya tentang separuh jiwa
yang telah lama menanti
di serpihan malam gelap,
menunggu cahaya bulan menjelma
dan kataka kalau bait puisi ku
sudah terlalu banyak ku rangkai
hingga pena ku tak lagi berceceran
sulit menerka makna,
ia malah diam membisu seribu bahasa
terkatup terkatup, mengatung
Aduhai angin malam
yang tak pernah ingkar menemani ku
memberi sejuta hembusan yang damai
lagi harapan dan do'a
mohon... ?
pertemukan aku dengan dia dalam
dekapan pelukan nyata yang
di penuhi cahaya cinta dan kasih suci
Malam
Gempita suara takbir menggema
lantunan ayat ayat cinta menyentuh
bintang, bulan, langit bertasbih
tanda kuasanya
hari kemenangan tiba
Malam ..?
Entah kenapa kau malah suguhkan
luka yang mendalam
kau suguhkan aku jua dengan bingkisan
baju baru, namu aku tak dapat memakainya
Malam..?
Kau biarkan kerlap kerlip lilin, lampu
berjejeran menghiasi ruangan
namun tidak kalbu ku
Malam..?
Kau ramaikan kota ku dengan sejuta
nuansa indah, berlapis lapis kemegahan
yang terpapar di setiap lorong lorong,
namun tidak dengan hatiku
Malam..?
Kau hadirkan puncak kemenangan,
kebahagian, tebar senyum di mana mana
namun tidak dengan jiwaku,
yang ada sesak menyimpan luka
Malam ...?
Besok adalah pagi
dimana semua tangan saling berjabat
tangan menebar senyum saling memaafkan
tetapi bagaimana dengan hati ini?
Malam ..?
adakah cerah dan sinar yang tersisa
untuk ku sebagai pengubat luka ini?
Sabtu,06;09
28.10.2017
diaryanafatih.blogspot.com
