![]() |
Goresan Pena, Inilah baitku
Awalnya hanya angan- angan yang mengelilingi ruang imajinasiku,mengisi tiap bait,lembar yang kususun secara tak beraturan.terus ku lalui dengan tangan dingin dan hampa rasa terkatung-katung di daun pikiran, satu coretan dua coretan ku biarkan menempati posisi buku diaryku.
Sebenarnya kebiasaan dan keinginanku berada dalam dunia tulis menulis impianku sejak kecil, sejak aku duduk di bangku SD di kampung,namun impian itu hanya mampu aku simpan dibenak dengan harapan kesempatan akan menydiakan aku ruang untuk berbagi, meski itu hanya sebuah catatan sederhana yang tak layak di puplik.
Sampai batas waktu aku berada di kelas Aliyah dipesantren aku lum berani mengungkapkan keinginan ku,tetap saja aku masih ragu dan malu kalau di ketahui orang laen apalagi harus dipuplikan, dengan rasa puas melampiaskan mimpi dan keinginan jalan yang sama kutitikan di diaryku dari mulai kalimat hati, puisi dan curahan kata jadi cerita pendek.
Sebenarnya aku sudah bosen menyimpan memoryku sendirian tanpa ada yang tahu, apa bisa di perbuat oleh tanganku yang tak mampu kugenggam dan kulepas tak terurai, perih ku jelajahi sepihan rindu yang ku tahan sendiri.
Namun tekad, niat tetap kuteguhkan direlung hati paling dalam ku yakin atas firman-nya {setiaap do'a akan di istijabah}ku sibukkan tanganku hanya menggenngam buku dan pena begitu juga dengan tatapan mata hanya menatatp buku, meski kadang ku hanya melototi tanpa titik, meremas remas pikiran menumpahkan hasrat apa yang akan kudapati dari kenyamanan ku berteman dengan buku.
Tak mudah bagi seseorang pecinta tulis menulis yang berasal dari keluarga paspasan, sebab tiap kreasi yang kita lakukan hanya kekosongan membuang waktu saja, karna mereka tidak memahami kenyamanan, kepuasan hati dalam dunia tulis menulis.
yang mereka pahami sesuatu yang tidak menghasilkan uang hanya waktu yang terbuang dengan sia sia.
Selepas aku membiarkan saja tentang kritikan, cacian dan celaan. bagi ku kabahagiaan hati tak bisa di tuker dengan apapun itu, terus ku ukir lukisan cerita ku dalam sebuah moment yang indah hingga jadi sejarah tersendiri dibagian hidupku.
perjalanan yang tak lepas dari gunjingan, ku terima dari gerimis kesedihan hingga kerikil tajam menghujam, dari gelak tawa hingga rinai air mata
biar saja pipi basah oleh air mata namun hati di taburi rasa Cinta yang hakiki.
Bagiku lika liku hidup adalah bagian yang harus ada dan dijalani sepenuh hati
jika yang ada hanya jalan mulus tanpa terjal, maka kapan kita akan menyuarakan tanda syukur kepada sang pencipta. di tiap kamit do'a dan sujud mengakui kekurangan diri betapa tak kuasa -nya bila jiwa yang lara banyak nya dosa ini di tinggal begitu saja.
Inilah sekelumit bait ku tentang bagaimana aku menyimpan segala Asa yang tak sampai sendiri dan sampai detik ini masih terkatung katung di pucuk langit menggantung begitu saja, untuk temen dan sahabat dimanapun berada do'aku setiap menit hembusan nafas ku sebut berulang ulang semoga tiap cita cita dan cinta kita semua terkabul dan jadi tambahnya Rasa cinta kita kepada sang Maha pencipta.. Aminn
salam sahabat sedunia ....
Selasa.08;14
26.09.2017
diaryanafatih.blogspot.com
