Hariku yang patah
Duhai hari...
kadang kau ciptakan waktu yang di dalam
Nya banyak warna,memberi secawan madu
Menghimpun sejuta asa
Memberikan semangat yang tiada tara
Namun kau juga selibkan kepedihan
Yang tak kerkira
Menitipkan kegelisahan di relung hati
Menyesakkan dada.....
Duhai hari...
bolehkah aku meminta sementara
datangkan padaku sesuatu yang
bisa meredamkan gejolak jiwa ini
sesuatu yang dibutuhkan raga ini
sebab aku sudah tak sanggup
keppakkan sayap lagi
ia telah patah dan mati
Selasa, 14.00
19.09.2017
diaryanafatih.blogspot.co.id
