Mimpi Yang Patah



Impian


Mimpi Yang Patah

Saat warna kabur dan pergi
Dan hanya meninggalkan kenang
Perih semakit menjadi jadi, sakit
Aku coba membalikkan tapak
yang sudah basah oleh air mata
kesetiaan yang sudah terkatub beku
Sungguh aku sudah berlalu
bersama untayan tasbih berselimut rindu
perjalananku terhenti di tikungan
tanpa melirih
hanya peasaan yang tak kenal hulu
menyerang, meratap pilu

Rinai yang terlanjur melaju
terpaksa ku rampas, buang
Biar saja lidah menjilad
bakarkan kerinduan
Mana ku tahu warna akan berubah
Jadi sembiluh pedang
Bertahun sudah ku celubkan diri
berdiri di paling teguh
Jauh, dekat terus ku tanam keyakinan
siapa tahu takdir Tuhan berhenti seketika itu
Dan inilah jawaban yang aku tunggu
Ah, ituhanya ilusi yang telah hancur
    sama mimpi yang tak bertepi


Senin, 03.27
17.09.2017
diaryanafatih.blogspot.com



Subscribe to receive free email updates: