Ku lukis gerimis hujan tak menyatu
Rintik nya pelan tak terjamah oleh bias membisu
ku kepakkan sayap bersanding kekuatan dan kelemahan
pikiran linglung otak membekku
jalan pintalku penuh kerikil menghujam
Perasaan yang semula tenang, lenyap
Nadi ku terpotong potong menjadi kapuk
Kesetianku berkatub beku
Takdir menyapa, menusuk hati
Begitu dalam kuresapi sakit nya
bersama cucuran air mata yang tak
Bermuara,
Kasih putih yang begitu penat ku
rindukan
kini, impianku terbang tinggalkan daku
Sendiri merenungi malam malam panjang
Kelam ,
Diantara kebisuan ,kepalsuan aku pergi
Entah kemana
Aku hanya ingin mencoba tetap menikmati
mensyukuri tanda kesempurnaan pencipta
Biarlah aku tenggelam bersama semburat
lembayung di ujung cakrawa
Biar aku didekap oleh awan kelabu
Dan aku sirna tanpa apa apa
Biar perih yang ku rasa
Senin, 08.13
11.09.2017
diaryanafatih.blogspot.com
