Seribu Kerinduan


Menit, detik jam berlalu singkat
berdiri gemeteran lunglai 
sekuat hati kusekat air mata 
berlalu sia sia ku tunggu bayang semu
marah benci kupendam dalam daalam
sampai aku pergi terbang ke awan
sayang...
kenapa kau tak datang ??
ku tunggu hingga terakhir waktu 
kau tak nampak jua 
sayang juga tak memberi kabar 
sampai jam kehilangan menit
sampai terpaksa ku tinggalkan jejak
secawan madu masih kusisakan harap
nafasku tersenggal pekik hati
tidurku gersang tak nyenyak 
setahun sudah berlalu 
aku dan jiwaku lelah, letih
menunggu apa jua aku tak mengerti
hingga aku kembali
dan kutemukan jawaban
Sayang.... ??
Alamku gelap duniaku runtuh
kau pergi tuk selamanya
sesak jiwa, hati hancur
Batu nisanmu telah jadi saksi
kestiaanmu selama ini 
kini tinggal seribu
kerinduan ku 
sayang .....
hadirlah 
dalam mimpi mimpi ku 


Minggu,11;46
01.10.2017
diaryanafatih.blogspot.com




Subscribe to receive free email updates: