Suara riyuk gemuruk di gedung Aula itu sangatlah meriyak nampak dari antusiasnya para mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti sesi ORMABA yang berlangsung hari ke dua,yang kali ini acara di isi dengan tanya jawab dari kakak panitia pada semua pesertanya dan yang bisa menjawab dengan cepat dan berani akan dapat hadiah berupa buku, di mulai pertanyaan " Apa niat kamu kuliah ? dan kenapa kamu memilih kampus ini?" yang
seputar seperti itu kakak panitia mengajukan pertanyaan, dan banyak peserta yang langsung mengacungkan tangan nya saling berubatan, memang kalau hanya di lihat hadiah dan pertanyaan, spertinya sangat lah mudah
dan sederhana, tetapi dalam dunia apapun yang belum kita terjuni dan jadi orang baru tentunya yang jadi nilai utama adalah Rasa percaya diri dan keberanian dalam bersuara dan memberi kontrobusi pada setiap kesempatan yang baik.
Tepuk tangan meriyah di sambut hangat oleh kakak panitia dan seluruh peserta ORMABA dengan jawaban yang dari salah satu mahasiswa yang sudah berani memberikan suara masnya dengan lantang dan tegap, aku yang dari tadi
hanya mematung dan mengamati seluk beluknya sesi demi acara berlanjut dengan harapan hati ada sesuatu yang bisa aku tangkap, entah itu apa? aku kembali berkhayal dengan anganku dan tatapan mata ang remang remang, ada yang mengganjal di hati, tapi aku tak menemukan nya, aku kembalikan pandangan ke depan memperhatiin apa yang sedang di bicarakan oleh kakak panitia.
Karna aku termasuk mahasiswi tak aktiv dalam mengikuti ormaba ini, aku hanya banyak diam dengan hanya jadi penonton setia di banding ingin jadi pemain,meski dari awal aku sudah tahu dalam kompetensi ini ada babak akhir nantinya kalau akan ada mahasisiwi terbaik, terkerren dan lain sebagainya, tentu itu semua tidak
mungkin di dapati oleh mahasiswa seperti aku, ku apatis dengan embel embel itu semua aku hanya mengikuti acara ini dengan kemauan hati ku sendiri, tak ada jeda untuk mengebu-ngebu menunjuhkan rasa semangat yang
tinggi, cukup menyimak dan mencatat sesuatu yang ku anggap penting.
Selang waktu dan menit berlalu, tiba tiba nama ku di panggil, aku langsung mendangak dan kaget "kenapa aku di panggil?" cemas mulai mengelilingi batinku dan perasaan gak Enak,tapi aku harus siap dan maju setidaknya aku turuti perintah saja dulu, dengan langkah berat, takut, gemettaran sambil menggigit bibir aku maju, pas berada di depan " Allahumma,,,, di depan ku ? aku tak percaya setelah kalau berdiri di depan seperti ini
rasanya, ternyata benar percaya diri itu mahal harganya, apa lagi bisa menghadapi ribuan orang seperti ini, batin ku " Ya Allah rasanya aku mau ambruk". uupz aku langsung tutup muka ku dengan wajah polosku sambil makeh mimik takut dan cemberut, batinku " Ya Allah tolong aku ?? " cie cie ... kenapa nih tutup muka begitu,? ada yang buat kamu malu? celeduk langsung dari salah satu kakak yang perasaan ku memang selalu
jahil dari tadi, aku tak mengubrisnya dan tetap mematung, hingga aku dapati sorotan mata yang langsung aku tatapi dengan mata melotot dan ia hanya senyum senyum seperti tahu kalau aku sangat malu berdiri di sini dan tidak percaya diri berada di depan, "Astaufirllah .... diaa aa kan?? kak Aris anak nya pak dek shaleh ? kenapa bisa berada di sini,? tanpa berpikir panjang aku langsung kembali tempat dan tidak memperdulikan kata
kakak-kakak yang berteriyak memanggil ku, hingga sampai ke tempat duduk aku langung diam seribu bahasa, sampai ada mbak mbak yang mengampiri ku dengan bedalih, " dek kenapa kamu pergi ? aku tak menyahut hanya senyum lirih lirih dan memberi tanda aku tak mau, kalau di suruh maju lagi.
Dan acara tetap berlanjut dengan memanggil salah satu kembali mahasiswa, entah apa lagi yang ingi di lakukan dari kakak kakak senior ini? mata ku hanya berbinar binar pada suasana yang ada dan hati yang sudah berbeda cairannya, dari semula aku yang tak punya rasa tekanan, kini aku memiliki hal baru yang masih sulit aku terka, sebab ini hati yang mempunyai tempat untuk bersuara dan bernada dengan sejuta asa yang tersimpan
menyimpan memory lalu, yang cukup usang terlupakan oleh waktu.
Aku berlalu dari satu perasaan yang tak menyatu dengan batinku selama ini yang jadi saksi bisu tiap gerak gerik tingkah hati yang kadang semau nya sendiri dalam bertindak,ada rahasia yang ku simpan dan tak ingin umbar pada siapa pun, baik itu pada diriku sendiri rasanya aku tak ingin memberi tahunya, cukup hatiku saja yang mempunyai rahasia tersebut.
Kelangsungan terjadi, sebentar lagi acaranya akan selesai dan akan di tutup,sepertinya aku sudah bernafas lega, setidaknya besok aku sudah tak lagi duduk manis di sini hanya untuk jadi penonton yang buat aku kehilangan akal, selain hanya memburu khayalan ku sendiri.
Tiba tiba ada WA masuk, " kamu pulang di antar siapa ? " tak ada angin tak ada badai ia langsung melontar pertanyaan yang aku rasa ini cukup buat aku aneh, tapi entah kenapa hatiku begitu sangat kuatnya punya perasaan bahagia meski aku belum menemukan gejala nya, atau mungkin aku yang sudah begitu sangat yakin kalau pengirim cht ini adalah dia yang dari berjam jam tatapn mata nya tak pernah hilang, yaitu kak aris, sebab waktu aku menatap dia dengan tatapan tajam yang penuh pertanyaan di benak ku, kembali kudapati pesan, langsung mengirim ulang, " di jawab dulu pertanyaan ku ? " dan aku langsung menunduk malu.
Aku langsung membalasnya kalau aku akan di jembut oleh kakak ku nanti,setelah ku kirim dan sepertinya dia sudah membacanya, ia langsung menghulum senyum tanda terimaa. dan kak aris sepertinya mulai sibuk dengan teman teman nya, aku kembali mempersiapkan diri untuk segera pulang.
Biarlah perjalan ini aku nikmati sesuka hati, kemana saja membawa arah yang harus di terjang bersama hembusan angin dan harap harap kuncup yang menawan memberi arti sendiri dalam misteri alur yang ku bingkai nanti, senada dan tidaknya itu sudah tak ada catatan kosong yang harus tertinggal begitu saja, semua akan jadi kenangan yang sulit di terjemah oleh hati, biarkan lah akan bermuara pada waktu yang telah di tentukan
nya sesuai kodrat dan alam yang mengatur sedemikian rinci, hingga kita tak mampu mengagumi ciptaan nya .
tak kala senja jadi teman sejati pengobat rindu yang menyungsong pada masa yang lebih indah, bersama sajak sajak penuh makna dan puitis bak puisi di tengan keheningan dan Alunan nada.
Jum'at,06;44
20.10.2017
diaryanafatih.blogspot.com
Jum'at,06;44
20.10.2017
diaryanafatih.blogspot.com
