Robbiy ....
Bagaimana ?
Aku menjelaskan kalimat ku padanya, sedang kata kata ku kelu menyesakkan dada
Aku tak mampu bersuara sedang bibir bergetar ingin menumpahkan segela Asa
Robbiy ... ....
Aku harus bagaimana ?
Aku punya mimpi indah dan cita cita mulia, sesuai ajaranmu yang Engkau sapdakan
Tapi aku tak punya ruang dan kebebasan, entah aku yang tak pantas atau memang
takdir harus seperti ini
Robbiy ... .....
Engkau yang maha membolak balikan hati, semua hati ummat mu
Aku titipkan segalanya pada mu, sebab engkau lebih tahu yang terbaik
dan tidaknya, bila segenap jiwa raga ini belum pantas kau titipkan Amanah mu
maka, ajarkanlah aku terlebih dahulu
mungkin, ilmu, kedewasaan dan kesabaran
dan selagi engkau masih memberikan aku kesempatan maka timpakan aku hati
yang lapang dan ikhlas dalam menunggu, agar aku jauh lebih baik jadi insan
dan bermanfaat bagi banyaknya ummat
Robby ... .....
Aku dan segenap harapan yang masih aku simpan rapi, yang adakalanya
aku marah dan benci, maka ampunilah aku atas segala sifat dan salah ku
diri ini hanya insan biasa dan senantiasa pengharapan teteplah padamu
dan engkau yang punya segala itu
Robbiy ... ...
Aku dan hidup ku adalah sejatinya hak mutlak milik mu,engkau telah mencatat segalanya
tentang diri ini di lauhun mahfud di sana
dan hanya engkau sutradara terbaik dalam mengisi skenario cerita ku.
Dalam kesederhanaan ini aku jalani segala hidupku dan harapan tertuju hanya pada Mu
Robbiy .....
Padamulah jua aku kembalikan
Ahad, 18.03
08.10.2017
diaryanafatih.blogspot.com
Lingkaran Penaku
Inilah bait kalimatku yang sederhana
yang ku eja hurufnya penuh makna
bait yang sudah mengantarkan aku
pada dunia ku seutuhnya
ku belajar segala prahara pahit,manis
darinya, menelan asa yang kadang bimbang
Ragu, namun perlahan lahan aku di tuntun
menuju pintu ketenangan
Aku menemukan jati diriku yang selama
ini aku cari
Jemariku makin lincah dan menari nari
di atas pena, setiap goresan tinta
yang titipkan di setiap titik garis
tanganku, belayan mesra dan beradu
pandang dalam tatapan mata berbinar binar
penuh kebahagiaan
Sekali lagi inilah kalimat sederhanaku
yang secara kesederhaan pula ku tuangkan
tiap angan di atas kertas
tiap momory yang terekam jadi saksi
bisu perjalanan ku
sentuhan perhurufnya ku latih
kian hari kian banyak yang ku rangkai
tetapi inilah kalimat ku dalam ruang
tulis mnulis masih Amat sederhana
dan inilah lingkaran pena ku
Ahad, 18.03
08.10.2017
diaryanafatih.blogspot.com
