![]() |
| kupilih sepi |
Ku peluk malam amat dingin dan terasa sekali menyentuh tulang sumsum ku, untuk sekedar melepas lelah, penat seharian di kampus. awal masuk kuliyah sudah banyak tugas dari dosen dan harus segera terselesaikan dengan tepat waktu, tak ku sangka hari berlalu dengan cepat hingga aku tak bisa mengukir waktu yang sudah terjadi
ku harap semua berjalan sesuai harapan dan hati nyaman melangkah menyusuri kehidupan yang ku anggap ini adalah lembaran baru.
Selang malam ku tatapi lukisan kisah yang menerpa pada manusia, bak aliran air yang mengalir begitu saja, sebab itulah yang ku rasakan selama ini, aku yang tak pernah memikir ulang dan jauh berada dalam benak ku, kalau aku sampai pada dunia yang sekarang aku alami, dunia yang penuh ilusi dan perasaan peka yang kerap
kali aku rasakan, tiap detik, menit, ada saja yang perlu kita kaji dengan hati dewasa dan wawasan yang mulia, untuk terus bisa berjalan meski kadang ada terjal yang menghadang, begitu dengan air yang kadang ada ombak besar namun ia tetap tenang untuk terus melawan arus agar sampai pada muara yang di inginkan,
begitulah kehidupan harus tetap belajar dan usaha memberi yang terbaik untuk semua orang orang yang kita cintai dan tak pernah ada kata batas dalam berjuang menyungsong masa akan mendatang.
Semua waktu yang ada aku sandarkan pada kegiatan tanpa ada jeda, mulai dari sibuk kuliyah dan ku apdikan hidup ku di sebuah yayasan di dekat rumah dan juga tempat aku dulu menimba ilmu sewaktu SD dan MI dan sekarang aku di suruh bantu bantu menemani adek adek belajar, begitulah sekilas yang bisa aku kerjakan untuk hidupku dan orang lain meski aku merasa masih jauh sangat kurang untuk belajar jadi orang baik dan
bermanfaat setidaknya itu sudah membantu aku untuk terus belajar dan mengambil hikmah nya dan terus belajar menjadi yang lebih baik lagi.
Bagiku malam mempunyai cerita tersendiri, saat jelang malam tiba aku merasa bahagia,entah? dari mana datang nya rasa nyaman dan tenang itu, yang pasti aku selalu menunggu malam,meski malam ku tak seindah malam malam temen temen yang kerap kali ku dengar ceritanya, di mana mereka yang menikmati keindahan malam yang rami
bersama sama temen temen atau keluarga di luar, juga ada yang katanya cari angin di sebrang jalan dan juga di bawah pohon lorong lorong yang penuh gemerlap lampu, hanya untuk mengobrol dan sering,sedang aku lebih nyaman berada di rumah dan menikmati hadirnya bulan dengan segenggam pena, aku merasa ada kebahagiaan yang hadir sendiri tanpa ku sadari dan ternyata aku masuk ke dalam nya, hingga malam tiba aku lebih memilih sepi, dan di situlah aku tumbuh dengan bahasa ku sendiri dalam bermuhasabah dengan alam, angin dan juga langit.
Kebahagiaan bisa saja kita cari di manapun kita singgah, namun kenyamanan tidaklah mudah di dapati meski dengan pandang mata begitu indah dan tak lagi ada kalimat kurang dalam mencurahkan rasa bahagia, tetapi rasa nyaman hanya hati yang tahu bukan gerak tubuh dan juga pandang mata dan bibir terucap, dia hanya hati yang mampu bicara dan merasakan nya.
Kadang adakalanya manusia di berikan seribu nikmat yang Allah turunkan padanya, dalam kutipan sebuah materi keluarga, jabatan dan uang dengan begitu siapa yang tidak mau bilang mereka bahagia dan masih kurang apa,? tetapi hanya anggapan kita, masalah hati siapa yang tahu dan biarkan saja itu sudah menjadi hukum alam kita hanya di suruh menjalani hidup ini sesuai ajaran dan perintah nya bila ingin selamat.
" Berangkat dari niat yang suci insyaallah jalan lurus dan berkah akan mengelilingi " begitu kata beliau, ibu ku yang dalam sehari hari nya hanya seorang ibu yang tak pernah menampak kan kelelehan nya untuk melindungi dan merawat anak anak nya, siang dan malam segala upaya dan do'a hanya tercurahkan untuk putra putrinya tersayang, tak pernah enyak dalam berharap dan membingbing, tetes keringat yang bercucuran jadi bukti kasih putih nya yang amat dalam dan suci, tak mengharap apa apa, kecuali kebahagiaan yang selalu ingin mengiringi putri nya.Dengan hadir sosok beliau lah aku belajar banyak hal tabah, tawakkal, sabar dan teguh.
Menyusup angin sepoi di luar mengantarkan aku pada ruang yang aku sendiri tidak mengerti, sulit rasanya aku tafsirkan tapi sangat mengena di pelipis hati, entah itu apa,? yang pasti hati ini bersuara dan memanggil manggil, desiran nafas lembut, masuk ke relung hati yang paling dalam, hingga aku sendiri tak sadar sedang apa aku sekarang dan tertaut kemana pikiran dan otak ku ini.
Begitulah aku menghabiskan malam ku, meski terbilang sunyi namun banyak rasa yang dapat di nikmati menjelma jadi inspirasi dan pikiran tenang, meski kadang kala mau nya hati terombang ambing tidak menentu, kadang mau nya berlari dan kadang lambat, pelan. arah angin tidak selalu menetap membawa terbangan daun, begitulah langkah takdir dan nasib tak ada bedanya.
Selepas lelah telah aku nikmati di ujung malam dalam penat penentian, rindu dan air mata ku kumpulkan menjadi satu pelukan yang erat saling menguatkan, mengumpulkan sejuta rasa dan keinginan di esok hari, bersama sinar mentari dan cahayanya, alam jadi saksi bisu tiap menit risalah hidup ku, tak lepas dalam lantunan do'a memohon ampun dan ridhonya, aku yang hanya insan berlumuran dosa dan khilaf.
Bait bait cinta terceceran di sepertiga malam dengan niat yang hadir dari relung hati menghadap pasrah serta menyerah kan diri, tak banyak kalimat yang aku tuturkan di tiap tangan yang mengadah,sebab aku takut, aku hanya fokus pada keinginan bukan pengapdian.
Desa punya cerita........
Senin,20:22
o6.11.2017
diaryanafatih.blogspot,com
