Sebening Embun kalimat untuk Ibu




Berbicara tentang 'Cinta' memang tidak pernah ada habisnya selalu menjadi topik hangat perbincangan,pagi, siang dan petang selalu ada yang akan di bahas, kasih sayang,kerinduan, kepercayaan dan juga cemburu air mata
tapi kali ini yang ingin aku bahas adalah cinta yang amat luar biasa,
cinta seorang ibu yang tak kalah hebatnya untuk di perbincangkan.

Cinta, kalimat yang indah dan sederhana dalam bentuk kata, mungkin aku memang bukan orang yang pertama kali mengungkapkannya, namun ketika yang kubahas adalah cinta seorang ibu yang tak pernah ada batasnya dan cinta mana lagi yang lebih kuat di bandingkan cinta seorarang ibu yang kasih sayangnya amat sempurna.

Ibu adalah sosok yang dirindukan oleh semua insan yang bernama anak, tak ada kata lelah yang hinggap di diri ibu kesabaraan, keikhlsan dalam menjalani lika liku hidup tak pernah nampak di wajah seorang ibu,tebaran senyum dan ketenangan yang di dapati selalu di wajah beliau,tak jarang buat pelipur lara luka hati yang kadaang menyanyat tak kala dunia kurang bersahabat dengan ku.

Duhai Robby bila diri ini tak sempat membalas jasa-jasa beliau dan karna kami tak kan pernah bisa membalasnya, meski segenap jiwa telah kami lakukan tak sebanding dengan pengorbanan ibu selama ini yang telah jadi saksi bisu tumbuhnya diri, maka kami titip ibu kepada engkau dengan seribu Rahmad mu dan welas asihmu duhai Robby.

Sejuk kalimat yang selalu engkau tuturkan ibu membuat anakmu nyaman dan tentram pelukanmu hangat tulus dan mendekap tubuh ini, bahasa mu selalu halus dan bijaksana agar tak menyakiti hati anak anak mu,kaki mu indah memberi contoh langkah yang wibawa hati mu penuh cinta dan kasih sayang yang mulia.

Debar jantungku ibu, sebab aku merindukanmu dan aku tak mampu menyentuh mu dengan pelukan nyata tuk mendengar suaramu saja aku tak bisa, cucuran air mata tak membalas redupnya rinduku pada mu ibu, hangat belai tangan mu menentramkan jiwa, kaulah sebuah lentera di dalam hidupku tak kenal rasa lelah kau merawatku, segala jiwa raga engkau korbankan.

Ibu dengan apa kutebus segala asa yang menbuncah di dada, aku hanya secuil bongkahan kayu rapuh yang tak berharga, aku hanya sehelai kain kapas yang tak sudi di ambil seteleh kusam dan basah.

Tiap bait ku tulis kalimat indah mu di hati,setidaknya jadi teman pengobat lara ku bingkis satu persatu mutiara hikmah mu secara lekat lekat di dada agar aku tak pernah lupa akan sejatinya diri dan membimbing ruh kejalan ilahi.

ibu sembah maaf dan khilafku selama ini, mungkin tiap kata, sikap dan pribadi ada yang salah dan melukai hati, sebab diri yang sudah kebanyakan alpa dan egois yang tinggi, yang kini tinggal bekas sesal mengharap ridhomu sepanjang hari.

Sanubarai dari relung hati yang amat dalam aku kamitkan kalimat indah untuk mu ibu, betapa daku amat mencintaimu sepenuh hati, untukmu ibu selama waktu di kandung hayat izinkan aku berbakti pada mu dan memiliki cinta setulus hati mu.

di jalan tapak kegelisahan.


Senin,04;45
02.10.2017
diaryanafatih.blogspot.com



Subscribe to receive free email updates: