Terbelenggu




Rintik hujan satu persatu mulai turun membasahi bumi hingga ke perataan, gelap awan kelabu menyelimuti menutupi langit biru dan petir saling sahut sahutan tanpa jeda di iringi kencang nya angin seakan makin berirama, ketakutan memenuhi otak manusia di bumi yang menyaksikan, " Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagai Rahmad bukan musibah" Aminn.

Udara masih terasa dingin di luar terasa sampai ke tulang sumsum, raga dan hati kadang tak selama sejalan memberi arti pemikiran dan kehendak yang harus tetap di pilih meski sudah susah payah memilah, masih ada yang bersebrangan dan tak bisa di sembunyikan tapi tak juga di umbar, kekurangan adalah milik pasti di setiap insan sebab manusia tidak ada yang sempurna, kecuali Allah yang maha sempurna. semua perasaan yang tersimpan selalu menginginkan hal hal indah yang sesuai harapan, bila tidak? Entah bagaimana aku bisa menjelaskan suasana hati yang kecewa, dari berbagai masalah apapun yang menimpa tentu sulit menafsirkan keadaan dan kondisi yang rumit tengah terjadi, meski tidak sedikit ada hati yang mudah menerima dan ikhlas atas segala kehendak nya.

Keganjalan yang selama ini mengganggu separuh hidup ku tak bisa aku bendung dengan tangan dingin penuh kasih, aku tak bisa memilih antara dua pilihan yang sulit di ambil dan aku buang salah satunya begitu saja.

Bersyukurlah kalian?
mungkin tepatnya buat aku yang sekarang ? agar tak lagi lama lama tenggelam dalam kesedihan dan penyesalan karna telah memilih jalan ku sendiri, di saat banyak saran dari mereka mereka dan aku tak mengubris sambil menahan rasa sakit dan sesak sembilu duri menancap begitu dalam demi mempertahankan mimpi dan do'a orang terkasih buat ku, tak ada yang bisa menggantikan sosoknya, mungkin bagi kalian dia hanya seorang perempuan biasa, tapi bagiku dia malaikat ku yang selalu menjaga dan melindungi ku, dia adalah ibu ku.

Dengan pesan beliau aku kuat dan tekad, tapi tunggu dulu,aku juga tetap perempuan, perempuan yang mudah nangis dan sedih bila ada sesuatu yang berbenturan dengan nasibku, aku yang pernah berada di tangan pilihan pahit dan juga tak bisa menyalahkan siapa siapa? selain harus rela berkorban dan meikhlaskan.

Sejarah besarku singgah dengan lembut sekaligus menghancurkan, bagaimana tidak ? waktu telah mengubah sedemikian singkatnya dan aku tak bisa mengambil waktu kembali seperti dahulu, karna putaran dunia sudah berbeda dan akupun sekarang sudah berbeda.

Sekuat apapun yang bisa kita lakukan dalam mempertahankan keinginan dan Ego keras, tetap saja itu tidak bisa karna garis takdir Allah sudah jadi bagian pasti yang harus di lewati dan nikmati dengan suka ria, begitulah titah Alam.

Dan Air mata tak bisa bermuara kalau takdir Allah sudah di persiapkan untuk dihadapinya, takdir yang tak menyatukan kita dalam satu tenda dan kita di bisikkan dengan tenda yang lain, meski kita membantah itu tetap demi menyelamatkan kita masing masing, begitu cara Allah untuk memberi hadiah pada orang orang yang dia cintai, dengan menunjuhkan ketidak adilan bagi kasat mata manusia nya,Namun di balik itu semua adalah hikmah yang berjejeran dan mengalir tenang bak Air di pegunungan.

Manusia hanya bisa berusaha dan berpikir, hasil tetap saja di serahkan padaNya, bila kita masih memikirkan musababnya maka sampai kapanpun tak bertemu hingga penghabisan pena terakhir, terluka dalam perpisahan sejatinya itu sebuah keniscayaan akan kita dapati di hari kemudian.

Kembali mengenang masalalu tak tan buat kita lebih baik, kalau yang kita kenang hanya meratapi kesedihan dan membiarkan luka menganga dan berdarah makin perih di rasa, cukuplah, Eman dan kasian waktu dan pikran mu terbuang dengan sia sia dan tak bermanfaat.

Sebab waktu masih panjang dan tak ada kata terlambat, bila demikian sedih nya hidup ini, itu adalah semata mata yang terbaik untuk kita dan Allah sudah menyiapkan beribu hikmah di setiap detik hembusan kisah ku selanjutnya.

Ku pejam kan mata sekuat mungkin dan berkamit dalam dalam, mencoba menenangkan hati dan pikiran dari aku yang merasa bahagia dan kadang pula alpa, apa sedang menimpa yang sejatinya aku mengerti setiap kejadian yang sudah sudah akan menjadikan aku  manusia lebih lapang, tanpanya belum tentu aku dapat mengerti dan marasakan kegagalan dalam meraih mimpi dan memperjuangkan nya lebih kuat lagi.

Dan hanya dalam dunia dongeng manusia bisa menjadi siapapun dan mau minta apapun, manusia juga bisa menampakkan segala kekuatannya dan kemenangan, tapi itu hanya dunia dongeng bukan dunia nyata yang sekilas kita hidup demi mencari bekal untuk di bawa mati.

Ah biarkan saja, semua sudah jalannya masing masing dan aku tak perlu lagi mencari cari, mengingat ngingat dan mempertanyakan belenggu di jiwa yang lama menggelora ini.

Rencana Allah telah di atur sedemikian baik nya, aku hanya menjalani dan menyusuri kata angin di serpihan lorong lorong sepi dalam kisah ku yang telah di gariskan.



Selasa,08;05
17.10.2017
diaryanafatih.blogspot.com




Subscribe to receive free email updates: