Ku Ada Karnamu

Ku Ada Karnamu 
   Seperti kemarin kemarin dan hari inipun sama dan aku memang belum pernah mengubahnya, mungkin aku yang sudah betah dan nyaman disekeliling ku, sebab aku tidak tau lagi berbijak di tempat mana yang mau menerima ku dan mengakui keberadaanku, aku yang berasal dari kampung sejak aku tamat Tsanawiyah.
Di kampungku aku sudah tak lagi punya keinginan lagi untuk melanjutkan nya itu karena aku sadar siapa aku di benak ku juga belum pernah punya mimpi sebesar teman teman ku di kala itu , membayangi nya saja aku tak berani karna aku takut oleh pikiran ku sendiri. Aku hanya membatin saat guruku bertanya dan sudah sekuat kuat menghindar dari pertanyaan tersebut karna aku yakin hanya air mata yang memanas dan suasana dingin membeku yang akan di dapati.    " Aku langsung bergegas pulang dan aku baru ingat kata nenek hari akan ada tamu ,Entah siapa yang aku tau selama ini nenek ku tak pernah mengenalkanku pada siapa siapa ?  ah biarlah aku pulang saja dulu
nanti aku juga tau dan nenek juga menyuruh ku untuk membeli beberapa makanan ringan seperti kripik dan air meniral eh ... Aira mau beli apa , tumben mampir ke warung ibu biasanya cuma lewat saja memang aira mau beli apa ? nenek menyuruh ku untuk membeli makanan ringan dan air meniral bu katanya mau ada tamu yang mau datang kerumah tapi aira tidak  tau siapa, sebab nenek tidak menceritakan nya sama aku. 
Oh gitu, ya sudah kalau gitu takut nenek mu nunggu lama langsung pulang aja ini gratiis buat kamu , aku tau kenapa selama ini kamu tidak pernah mampir kewarung ibu itu disebabkan karna kamu gak punya uang ibu ikhlas kasih nya , aku langsung mengucapkan trimakasih pada ibu marmi sosok yang aku impikan sebagai seorang ibu maklum selama ini aku belum tau ibu ku seperti apa kata nenek ibu ku meninggal sehabis melahirkan ku dan aku merasa bersalah karna aku beliau rela mengurbankan nyawanya sendiri.
Aira,!! Aira suara nenek terdengar dari depan rumah aku hafal sekali dengan suara nenek ku , ia nek aira sudah datang dan sudah membawakan apa yang nenek pesan usudah itu di taruh dulu biar nenek nanti yang mengurusnya sekarang ada yang ingin bicarakan sama kamu ni menyangkut masa depan kamu, jantungku langsung berhenti dengan nada nenek yang cukup serius dan wajah memelas aku langsung mematuhinya aku tak tega jika harus membantah dan banyak bertanya meski di hatiku masih bingung apa yang mau nenek bicarakan ?
aira...  suara nenek kecil sekali dan sepertinya nenek mau menangis mata nya berkaca kaca tapi itu masih bisa di sembunyikan mungkin karna wajah nenek yang sudah kriput dan sulit di tebak, tiba tiba nenek langsung memeluku aira sayang nenek sangat menyayangimu, kamu tau kan kalau selama ini nenek selalau berusaha memberikan yang terbaik untuk mu meski itu tidak seperti temen temen mu yang sering aira ceritakan sama nenek, nenek hanya ingin yang terbaik untuk aira nantinya sebelum nenek ngasih tau siapa tamu yang akan datang dan apa maksud nya nenek ceritakan dulu agar aira nanti bisa tenang, sungguh aira cucuku sayang nenek melakukan ini bukan berarti nenek tidak sayang dan benci sama aira ! aku tidak mengerti kenapa nenek bilang seperti itu tapi dari cara nenek memeluku pasti ada sesuatu yang seriyus yang akan terjadi ah biarlah .... aku mulai membuka mulut dan melepaskan pelukan pelukan nenek sambil ku usap air mata nya wajah yang teduh dan bercahaya itu yang mampu membuat aku kuat dan tidak ikut hanyut dalam suasana hening , gundah gulana.
Nek !sungguh Aira berterima kasih sekali karna nenek sudah mau berjuang keras untuk masadepan Aira , nenek gak perlu merasa cemas dan bersalah begitu dong ! nenek kan tau sepeninggal ibu Aira di jaga oleh nenek,sudah sepantas Aira menuruti semua apa kata nenek apa lagi yang nenek buat adalah untuk Aira juga  Nenek tau gak kalau selama ne aira bermimpi ingin sekali pergi untuk melanjutkan sekolah tapi Aira pendam, tapi sekarang Nenek yang malah mewujudkan mimpinya Aira
dan kesempatan ini tidak akan Aira sia siakan, selama ini ternyata Nenek sudah merencanakan semuanya aku sendiri lum mampu untuk punya pikiran seperti nenek.
Beliau mengirimkan aku ke sebuah pesantren di mana di sana ada tempat yang mau menampung anak seperti aku, dalam artian aku yang terbilang orang kecil tidak kan mungkin masuk ke pesantren begitu saja, selama ini beliau telah mencari cari sebuah pesantren yang mau menerima aku dan mendidikku agar kelak aku bisa menjadi anak yang pintar dan berguna dan ternyata nenek memilih pesantren untuk ku agar nantinya aku bisa banyak tau tentang ilmu Agama dan kata nenek biar aku bisa mendo'akan kedua orang tuaku,tepat sekali uztadah maryam nama nya yang jadi tamu nya nenek beliu ternyata temennya ibu ku dulu di pesanten dekarang beliu sudah jadi uztadah sekaligus pengurus katanya beliau sudah lama ingin membawaku ke sana bahkan sejak aku kecil ingin di bawanya ke pesantren, tapi nenek melarangnya karna nenek takut kalu  aku tumbuh sejak kecil di pesantren aku tidak kan tau kalau aku masih punya nenek satu satu nya keluargaku yang masih ada makanya nenek menyuruh uztadah maryam menjemput ku kalau aku sudah lulus Snawiyah{ setara dengan SMP } 
Ku cium tangan nenek yang basah oleh air mata , tangan nya dingin penuh arti bagiku tangan itu tak ubah nya seperti bunga kasturi yang harum dan selalu memberi aku banyak ispirasi dan ke ajaiban dan menjadikan segala yang buat tak mungkin jadi mungkin dan Aku tau di hati nenek pasti berat kalau memungkinkan ada pilihan laen ia tak ingin aku pergi dan menjauh dari nya tapi apalah daya yang ia lakukan hanya semata untuk niat yang mulia dan Restu Tuhan nya yang terus membuat ia yakin kalau ini adalah pilihan yang tepat.
Ku langkahkan kaki ini, ku lihat ia masih tetap beridiri di depan daun pintuh dengan isyak tangis haru , bahagia lambat laun menghilang sudah tak ku temukan lagi bayangan nenekku di sana, aku berada di dalam mubil desahan nafasku mulai sakit dan sesak akhirnya aku menangis juga yang sedari tadi tahan kuat kuat aku sembunyikan di balik senyum dusta namun aku tak beruara hanya aku yang tau kalau aku sedang menangis , gumam ku siapa yang akan menjaga nenek kalau ia sakit dan perlu sesuatu yang tak bisa ia lakukan sendiri bagaimana ?  sepanjang jalan pikiran hanya sesak lagi lagi aku ingat ini semua demi nenek beliau sudah rela berkorban banyak hal untuk ku dan beliau mengirimku ke pesantren itu semata mata juga demi aku , aku usap air mataku dengan tanganku sendiri meski lum ada orang yang tau tentang air mata ini
kata uztadzah maryam Aira sebentar lagi akan nyampek Aira sudah siap kan ?bertemu dengan temen temen mu yang baru,aku hanya mengangguh pelan
Dan disinilah aku memulai hidupku kembali bersama orang baru dan mimpi mimpi Nenek yang insyallah aku siap untuk mewujudkan nya ......

Dan disinilah aku berfikir
Kalau manusia telah mati semua amal tak kan mengikuti
hanya tiga perkara yang jadi saksi
jadi pahala di hari kelak nanti
satu sedekah kapan saja
amal jariyah di mana saja
Dua ilmu yang bermanfaat
Rajin mengajar kapanpun sempat
ketiga punya peninggalan
anak shaleh yang tahu aturan
Rajin berdoa dan kuat iman
berbakti Dengan keiklasan

Sabtu, 08.09
16.09.2017
diaryanafatih.blogspot.com




Subscribe to receive free email updates: