![]() |
| Mencintai Karna Allah |
Aku berjalan sendiri menuju tempat perpustakan yang berada di sebelah tengah tengah kelas putri fakultas ekonumi syariah, ku percepat langkah kaki ku agar segera sampai keperpus untuk mengambil buku buat refrensi makalah ku yang harus aku selesaikan,sebenarnya bukan masalah bukunya saja yang ingin aku ambil di perpus selain itu juga ada niat laen yang jadi perhatianku selama berada di dalam perpus, ku pura pura kebingungan mencari buku yang aku cari dengan dalih belum aku temukan, alasannya sederhana agar aku lebih lama berada di ruangan ini yang buat detak jantukku dari tadi berhenti dan aliran darah ku terasa dingin kaku, aku takut sampai salah tingkah dan temen yang laen mengerti kalau dari tadi aku sedang memperhatikan seseorang yang sudah lama menari nari di dalam ruang hatiku secara pribadi dan mempunyai tempat khusus yang memang aku sendiri yang menyediakan nya.
Dia adalah laki laki yang telah buat aku tak mau pindah kelain tempat dan hanya dia yang ingin aku dapatkan, jika memang aku harus berjuang aku sanggup melakukannya, entah dari mana yang jelas hatiku sangat yakin dengan perasaan yang aku miliki ini, padahal aku bukan siapa siapa ? aku tahu betul kalau dia adalah pria idaman para mahasiswi di kampus ini tapi kan aku juga tidak salah menaruh hati dan berharap kalau suatu hari nanti dia akan menjadi imamku siapa tahu Allah mempunyai rencana yang indah buatku,
tepat nya fikri al arif namanya tapi dia sering di panggil [kang arif] oleh temen temen nya mungkin karna dia laki laki yang sangat di sungkani oleh para mahasiswa disini dan juga oleh santri di pondoknya dia juga termasuk salah satu pengurus pesantren sekaligus uztad dan dia juga seorang hafid, keren kan ? kalau sudah begitu perempuan mana yang tidak kepincut sama kang arif ini.
Aku hanya bisa menghela nafas dalam dalam sambil mengucapkan kalimat " astaufirrlah" dia bukan siapa siapa bagiku dan perasaanku ini juga belum halal untuk aku nikmati dan aku kembali serukan ingatan kepada sang pemilik cinta sambil aku berdo'a " ya Allah perasaan ini tak bisa aku buang tapi aku juga tidak bisa mengungkapkannya aku serahkan padamu yang maha memiliki hati dan cinta, segalanya aku curahkaan kepada mu dan hanya engkau yang tahu selain diriku sendiri, aku tidak bisa memberi tahu siapapun tentang cinta yang aku simpan selama ini sebelum cinta ini menjadi cinta yang hakiki.
Sampai aku mendengar kabar kalau kang arif akan pergi ke kairo untuk melanjutkan pendidikan s2 nya disana sebenarnya aku ikut bahagia dengan kesuksesan yang dimiliki kang arif, tapi entah kenapa tiba tiba ada sesuatu yang buat aku sesak bernafas dan sedih, bukan karna aku akan jauh darinya dan gak bisa bertemu lagi karna selama ini aku sama kang arif tidak pernah bertemu secara khusus, bertemu kecuali hanya kalau pas waktu aku di kampus itupun kita jarang tegur sapa karna aku sama kang arif jauh berbeda jarak angkatan nya dia semester akhir sedang aku masih ssmester tiga dan karna kang arif suka keperpus makanya aku selalu mencari alasan sama temenku syifa untuk ngajak dia ngunjungi perpustakan yang lumayan padat dan ramai.
Dan sampai kang arif berangkat kekairo saja,aku tidak bertemu juga ya istilahnya sebagai salam perpisahan karna akan pergi jauh, dalam hati aku hanya bisa menyimpan perasaanku sendiri secara diam diam hingga detik ini juga lum ada yang tahu dan sekali lagi aku memang tidak ingin ada orang yang tahu, biar saja aku simpan dalam dalam cintku terhadap kang arif meski aku tidak punya harapan untuk bisa memilikinya tapi aku cukup bahagia dengan mencintai nya secara diam diam , toh yang tahu hanya aku dan Allah dan aku yakin Allah pasti memberikan yang terbaik pada hambanya yang mau menjaga hati dan pandangannya.
Hari terus berjalan, seperti biasa aku masih tetap menjalani aktiitasku entah itu dikampus atau diluar, bagiku semuanya sama harus aku jalani sepenuh hati.
sampai suatu hari aku mendapatkan surat dari salah satu temen putriku " zahra ini ada titipan buat kamu, untuk mengetahi siapa pengirimnya kau buka saja sendiri ya,,, kata anisa yang langsung pergi dari hadapanku setelah amplop biru yang terhias lukisan bunga itu sudah di tanganku, sedang aku masih mematung dan bertanya siapa yang tiba tiba ngirim aku surat ini, selama ini kan aku tidak punya hubungan khusus dengan mahasiswa di kampus ini batinku ya sudalah, siapa tahu isinya penting dan memang ada sesuatu yang harus aku baca.
Dalam hati sepanjang jalan aku memikirkannya, andai saja surat ini dari kang arif ? selama ini aku tidak pernah tahu kabar kang arif di kairo yang tahu hanya keluarganya sendiri, seperti apa yang aku ketahui dia hanya ingin mengambil dua tahun saja di kairo dan setelah itu dia akan kembali ke indonesia, tapikan itu juga masih lama, ah kenapa fikiranku sampai ke kang arif aku ingin segera sampai ke rumah dan membaca isinya surat yang tadi dikasih anisa
Aku buka surat tersebut dengan harapan aku menemukan senyum disana untukku,dan aku mulai membacanya di awal aku tidak menemukan sesuatu yang mengganjal hanya ungkapan biasa seperti halnya surat untuk orang yang ia kagumi saja sampai akhirnya aku menemukan kalimat yang tidak bisa aku percaya, farhan temenku satu kelas mengungkapkan cinta begitu percaya dan yakinnya, ternyata selama ini dia memendam perasaan dan cintanya terhadapku, aku tidak bisa membayangkan betapa tersiksanya farhan selama ini dalam menyembunyikan perasaannya sedangkan hampir setiap hari kita bertemu didalam kelas, meski aku tahu selama ini sikapnya sangat biasa terhadapku tapi dengan adanya surat ini berarti selama ini dia sudah benyak mengurbankan waktu, pikiran bahkan hatinya untuk memendam semua perasaannya
aku tidak tahu harus bagaimana, aku bingung di satu sisi hatiku telah terpaut oleh seseorang yang aku sendiri tidak tahu apakah dia juga punya perasaan yang sama tapi aku tidak bisa melupakan dia dan langsung memilih orang lain yang baru aku ketahui hatinya terhadap ku, sedang di sisi lain aku juga tidak punya alasan untuk menulak cintanya farhan yang secara nyata ia sudah mengungkapkan perasaannya dengan tulus dan farhan juga tidak maen maen dia mengajak ku menikah jika aku mau menerima cintanya bahkan dia sudah siap secara lahir dan batin dalam menjagaku, aku percaya itu karna walaupun farhan masih status mahasiswa dan satu kelas denganku tapi dia sudah punya usaha seendiri dan tempat tinggal yang ia rintis sesudah dulu tamat SMA
Aku tak tahu, farhan menunggu jawabanku dan aku masih lum bisa memutuskannya, akhirnya aku memilih untuk istikhoroh apakah farhan memang benar jodohku yang sudah Allah sediakan untukku atau hanya ujianku saja dalam memilih cinta dan pasangan hidup yang tentunya semua perempuan mnginginkan bersama dengan seseorang yang ia cintai tapi jawaban Allah adalah yang terbaik untuk kita,
selang beberapa waktu dan aku sudah menemukan hasil dari istikhorohku, aku tidak bisa menerima cintanya farhan tapi aku tidak mempunyai alasan yang pas untuk mengatakannya dan aku tulis kembali untuk mengirim surat untuk farhan karna ia menyuruh aku membalasnya dan memberi jawaban.
dengan segala maaf dan kekuranganku yang tak bisa menerima cintanya yang benar benar tulus itu, aku memakai alasan untuk fokus dulu terhadap kuliyah dan belum memikirkan untuk menikah,meski alasan ini tidak sepenuhnya benar setidaknya itu sudah cukup baik dan tidak mengecewakan farhan.
Alhamdulilah farhan menanggapi keputusanku dengan baik dan mau mengerti, mungkin karna alasanku yang buat dia sungkan dan lebih menerima, karna tidak mungkin aku mengatakan sejujurnya kalau aku sudah memliki seseorang laki laki yang selama ini aku sembunyikan dan aku simpan sendiri, biarlah aku tanggung sendiri
sebab jawaban dari hati yang tidak yakin itu tidak boleh di paksakan, nanti hasilnya juga tidak akan baik
Sampai waktu dua tahun berlalu hingga aku sudah memasuki dunia yang di takuti para mahasiswi yaitu yang namanya skrpsi, aku masih diam di kelas sendiri aku gak tahu apa yang sedang mengganngu fikiran ku, sebab aku tidak merasa sedang punya masalah berat yang harus aku selesaikan,
cuma dalam waktu dekat minggu ini kakak ku akan menikah dan acara akad nikahnya akan di langsungkan di rumah mempelai putri, aku belum tahu betul seperti apa calon kaka iparku, ah biarlah
Di rumah calon istri kakak sangat rami sekali, pas kita datang di sambut dengan suara terbang gitu dan dengan suara yang merdu seperti sholawat yang umumnya untuk manten datang itu,
tapi ada yang ganjal di hatiku sewaktu aku duduk, aku lihat ada sesuatu yang aneh,dari tadi ada yang memperhatikan ku, tapi siapa gumamku
aku yang tidak bisa menyadari dan menemukan siapa gerangan laki laki yang duduk di sebelah calon mertuanya kakak ku itu, sepertinya kalau di lihat dia termasuk keluarganya dari calon kaka iparku,
acara ijabkobul berlangsung dengan hikmat, hingga aku meniteskan air mata dan ibu ku juga hal yang sama kudapati dalam hati aku berdo'a semoga Allah segera mendatangkan jodohku Aminn...
Sampai pada acara selesai aku dan rombongan pamit pulang ke keluarga yang sekarang sudah menjadi besannya keluargaku, tapi pas aku mau masuk ke mobil tiba tiba ayah memanggilku " zahra tunggu nak, kita pulang belakangan saja ada yang ingin ayah bicarakan dengan keluarga di dalem dan juga dengan mu, ayo! kita masuk dulu lagi aku heran sama ayah emang apa yang mau di bicarakan, apa hubungnya dengan aku, inikan keluarga kakak bukan aku, jika memang ada yang ingin di bahas tanpa kehadiranku kan tidak masalah lagi pula untungnya bagiku apa ?
ya sudalah aku masuk saja daripada nanti ayah marah
aku langsung ngambil posisi duduk di sebelah ibu sedang ayah di samping mertuanya kakak ku dan keluaraga yang laen, tak lama lagi datang tiga orang dan aku langsung kaget, itu kan laki laki yang dari tadi lihat aku terus dan aku mencoba mencari tahu siapa laki laki tersebut dan kenapa dia juga ikut ngumpul.
Tak sampai selesai aku sibuk dengan pikiranku sendiri, ayahku langsung angkat bicara dan langsung namaku yang ayah sebut pertama kali, zahra ...!! aku langsung kaget kenapa aku yang ayah panggil ada apa ini, hatiku mulai cemas dan bertanya tanya ? tapi aku masih bungkam dalam kebisuan yang resah namun wajah ayah nampak tenang dan bahagia, Nak kamu tahu kenapa ayah menyuruh mu jangan pulang dulu? batinku mana aku tahu kan ayah belum ngasih tahu, ayah melanjutkan bicaranya, karna ayah lihat kamu sudah dewasa dan sebentar lagi kamu akan lulus, sebagai orang tua ayah hanya mengarahkan yang baik untuk mu aku dan kakak mu dan juga keluarga besar kita sudah memutuskan untuk menjodohkan mu dengan anak sepupu nya dari kakak iparmu mu ini, karna ayah lihat selama ini laki laki yang kamu cari adalah laki laki yang sekarang ingin ayah jodohkan buat kamu, kenalkan nak, ini Nak fikri nama panjangnya fikri al arif yang baru saja datang dari kairo,
aku langsung kaget dan menaikkan kepala ku yang selama dari tadi aku menunduk saja, batinku fikri al arif tanpa ada yang tahu diam diam aku cari kesempatan untuk melihat wajah laki laki yang mau ayah jodohkan denganku,subhanullah beda sekali wajahnya dia nampak lebih bersih dan juga berwibawa dan jenggot nya yang sedikit lebih panjang dari sebelumnya, apakah benar dia adalah kang arif yang selama ini zahra pendam cintanya agar tidak sampai ada satupun orang yang tahu kalau aku mencintainya
Ya Allah benarkah ini adalah kuasamu, benarkah ini jawaban atas istikhorohku yang selama ini aku takbis yakin dengan hadirnya farhan tempo dulu,
ayah melanjutkan ucapannya, nak fikri ini dulu juga lulusan di kampusmu tapi waktu itu kamu masih semester dua dan nak fikri sudah terlanjur mau keluar untuk ngelanjuti pendidikannya di kairo, gimana zahra pilihan ayah tidak salahkan ? ayah bagi zahra restu ayah dan ibu adalah yang pertama jika kalian sudah mantap maka zahra akan ikut saja, sungguh ini kado yang sangat istimewa buat zahra ayah, tapi bagaimana dengan kang arif ? kang arif langsung angkat bicara saat aku mempertanyakan kesediaan dia untuk memilih diriku sebagai pendamping hidupnya,
" dek zahra kenapa sampean masih ragu dengan hati kang arif ini, memang perjodohan,tapi sampean harus tahu sebelum perjodohan ini datang aku memang dari dulu menaruh hati ke dek zahra, tapi waktu itu kang arif masih lum bisa mengutarakannya sebab kang arif harus pergi ke kairo dulu dan kalau rahasia ini bojor maka aku takut hati aku dan hati dek zahra akan jadi fitnah makanya aku lebih memilih diam hingga sekarang
dan alhamdulilah Allah mendengar do'a kang arif sampai detik ini dan hari yang di tunggu tiba.
Mendengar curahan kang arif yang begitu sederhana tapi mengena, aku hanya diam cuma menampakkan senyum dan pelan pelan aku anggukkan kepala dan aku dengar suara kang arif bertasbih bersyukur atas apa yang terjadi hari ini
dan nampaklah kebahagiaan dari keluarga besar kami dan yang tak lebih bahagia aku, karna aku yang tahu sendiri tentang cinta dan harapanku selama ini cinta yang aku pendam dan diam diam aku mencintai kang arif yang sekarang insyaallah akan jadi imamku ..... Aminn
Sabtu, 07.41
16.09.2017
diaryanafatih.blogspot.com

