Kebimbangan dan resah bisa singgah ke siapa saja, tak pernah pandang bulu, kalau sudah sampai yang namanya kesedihan pada satu hati maka tidak ada satupun orang yang bisa menghentikannya, baik kita sendiri yang sedang mengalami, karna yang buat kita sedih itu alami datang nya tak bisa berpura pura atau menyembunyikan nya, bak air yang sudah mengalir tak bisa di hentikan sampai tunggu saja kemana dia akan berhenti dan pada akhirnya dia berada di ujung tempat yang paling tenang, begitu dengan masalah yang terjadi pada manusia sambil mencari solusi dan jalan keluar ia tetap saja berjalan dan juga kerap buat kita tak sanggup dan mau menyerah.
Tetapi begitulah cara Allah menunjuhkan kasih sayang yang tak ada batasnya dengan menguji kesabaran hati manusianya itu sendiri, sampai mana ia mampu menghadapi semua ujian yang harus di lewati dengan tabah dan ikhlas.
Resah dalam mengarungi hidup sehari hari menimpa cerita ku dan orang orang terkasih ku, sebenarnya tak ada yang harus aku keluhkan, semua aku miliki orang tua, saudara dan juga orang yang setia menemaani hari hari ku, setiap saat dia rela memberikan semua waktunya untuk ku dan itulah yang buat aku cemas aku takut semua yang aku miliki hilang atau aku yang harus pergi meninggalkan nya dan aku akan kehiilangan semuanya, aku tidak mau itu terjadi aku ingin lama berada disini,,,? " pekik ku sepanjang nafas dan pikiran ku yang bekku oleh benak ku sendiri ".
Malam tiba,ku lukis langit dengan berjuta rasa dan bingkai harapan yang terus aku ukir di ujung malam bersama mimpi indah yang ku gantung dalam do'a ketulusan yang aku miliki, sepanjang malam cerita ku yang telah aku lewati tak tertinggal harapan sekecil apapun untuk menaruh kasih putih yang sudah aku simpan rapat rapat dalam hatiku selama ini, entah semua itu masih bisa aku dapati atau malah sebalik nya menimpa nasib diri ini, biarlaah garis takdir yang bersama ku, aku serahkan kepada yang maha memiliki segalanya.
Sudah menjelang waktu makin berganti hari, aku masih seperti biasa menghias diri dengan senyum di pagi hari dan aku juga tidak mau mengurangi aktivitas ku sedikit pun, aku tidak mau ada satupun orang yang tahu tentang diriku sebenarnya, aku ingin hidup seutuhnya seperti mereka dan seperti yang aku inginkan,tiba tiba ibu berada di belakang ku " mengagetkan " aku yang dari tadi tidak mengetahui keberadaan ibu buat aku salah tingkah, aku takut ibu tahu tadi pas aku ngelamun panjang dengan khayalan ku sendiri, aku takut beliau memikirkan macem macem,? dengan senyum lebar aku pura pura menggoda ibu agar beliu tidak tahu kalau aku habis memikirkan sesuatu yang tidak boleh ada orang tahu.
Malam ini sahrul datang kembali untuk menemui ku, seperti biasa ia datang hanya untuk mengajarkan aku bermain biola dan kedua orang tua sudah tahu kalau aku sama sahrul hanya teman biasa sehingga ibu dan ayah tidak pernah banyak pertanyaan saat sahrul datang ke rumah dan kami juga tahu batas dan waktu dalam belajar, agar orang orang tidak menilai yang aneh aneh tentang sahrul dan aku.
hingga pada suatu hari tiba waktunya yang selama ini aku cemaskan akan terjadi, di mana orang yang selama ini menemani ku dengan sepenuh hati akan menumpahkan segala isi dan perasaan nya, sebab aku sendiri juga tidak bisa menyembunyikan sesuatu yang ada di dalam hati ku selama ini, meski aku berusaha untuk menepis dan tidak memperdulikan nya, tetapi perasaan itu datang dengan sendiri dan mengalir begitu saja menyentuh ke relung hati yang paling dalam dan meski mulut terkunci membisu hati tetap saja berteriak kalau aku menyimpan rasa itu.
bagaimana pun aku seorang perempuan biasa yang jauh dari kata sempurna, bila aku punya mimpi dan harapan tentu aku juga ingin semua jadi nyata, terlepas dari segala semua yang aku miliki aku sadar kalau aku sudah amat banyak anugrah yang sudah Allah titipkan kepada ku dan rasanya tak ada pelik yang harus aku keluhkan dan merasa dunia tak adil bagiku,? tersusun cinta yang aku dapatkan dari keluarga ku sudah lebih dari cukup untuk aku syukuri.
Sampai waktu nya sahrul benar benar menyatakan perasaannya dan aku melihat dengan jelas ketullusan yang ada di mata sahrul, aku dilema sekita petanyaan sahrul ku dapati dan ia menunggu jawaban ku, bagaimana mungkin aku bisa menjawab secepat ini meski sebelum ia mengungkapkan perasaan nya aku sudah terlebih dahulu memiliki perasan itu namun hanya sanggup menyimpan dan menulis nya di buku cacatan kecil ku, AKU tidak tega bila cinta nya sahrul aku terima maka dia akan merasa bahagia, tetapi bagaimana dengan diriku sendiri aku tidak bisa memberi kebahagiaan pada nya nanti, kalau sampai aku hidup dengan nya.
Dengan berat hati aku menolak cintanya sahrul dan aku terpaksa melakukan semua ini, aku hanya tak ingin sahrul menyimpan cinta nya untuk ku terlalu dalam, biarlah dia mencintai permpuan lain yang bisa menjaga nya dan memberi kebahagiaan untuk nya, setelah sahrul mengetahui jawaban ku dia langsung tertunduk dan diam seribu bahasa, aku tahu dia kecewa dan tidak menyangka kalau aku akan menolaknya, apa lagi aku bilang kalau aku sudah mempunyai cinta lain yang sudah mengisi hatiku, dan sahrul benar benar bijak dalam perasaan kecewa pun dia masih sempat mengucapkan kalau dia tidak akan berhenti mengajari ku belajar biola dan ia menyuruh ku untuk merahasiakan apa yang terjadi antara aku dengan nya, cukup kita berdua saja yang tahu, besar sekali hati nya,? .
Hatiku meringik, pikiran ku pecah terbelah belah entah jadi berapa,? yang jelas aku tidak bisa berpikir otak ku bekku, dadaku mulai sakit, nafas ku sesak sakit sekali, aku mencari cari obat ku pandanganku kabur buram dan gelap, Ambruuk ......
Dulu yang buat aku kuat menahan semua rasa sakit hingga sekarang sudah tiada, tetapi dia tidak pergi dia masih ada di depan ku, aku sudah memilih jalan ini dan memang ini sudah jadi jalan ku yang sudah di sediakan oleh nya dan aku harus siap menghadapi nya, aku yang sudah semakin lemah dan tak berdaya dan cepat atau lambat aku akan pergi serta membawa denyut cinta sejati ku ke alam sana ....
dan inilah ccerita lukisan cinta sejati ku .....
Rabu,09:55
15.11.2017
diaryanafatih.blogspot.com
