Misteri Hati Part 2 { Dekapan Cinta Menyapa }




Seruling suara menggema di telinga Entah dari mana asal suara tersebut yang pasti aku menikmati alunan nada dan lagunya yang begitu menarik perhatian ku untuk aku nikmati sejenak, melepas lelah,letih di pinggir semak semak rumput yang tersenyum semu dan aku bersahabat dengan nya, ia sore ini aku di ajak ibu ke kebun untuk sekedar melihat dan membersihkan sampah dan kotoran yang ada,ibu dengan tekun memilah satu persatu daun daun yang kering di singkirkan, Alhamdulilah keluarga kami di amanah kan oleh Allah untuk mengurus kebun teh yang sudah menjadi ladang keluarga mengais rejeki yang selama ini sudah Allah anugrahkan beberapa kenikmatan dan rasanya tidak etis bila aku dan keluarga tidak mensyukurinya, dengan merawat dan menjaga dengan sepenuh hati dan dari hasil kebun teh ibu bisa mengantarkan putra putrinya sampai ke jenjang perguruan tinggi, meski tidak seberapa yang di dapatkan dari hasil teh, karna kami tidak memiliki kebun teh yang begitu sangat luas tapi setidaknya kami sudah merasa cukup dan bersyukur.

Ku tatapi langit dan itu Kamu adalah langitku. Langit yang selalu meneduhkanku, menemaniku kapanpun dan dimanapun aku berada. Langit biru yang selalu bisa menenangkan hatiku. Begitu seterusnya kamu jika cahaya selalu menerangi, akan selalu dapat kunikmati indahmu, tetapi bagaimana pun aku juga harus sadar kalau siang tidak selama nya hadir, akan datang sebuah malam yang tak bisa aku enyahkan keindahanan nya dan itu di tandakan oleh datangnya senja, lagi lagi keindahan yang akan mengenyam dan panuroma cahaya di atas cahaya, cinta yang di hadirkan oleh senja meski hanya sebentar kehadirannya, semua orang menyukai kelebihan yang di miliki senja,sebab banyak yang di ajarkan oleh senja dengan bagaimana kita tahu dan menghargai rasa sunyi,bahagia dan ketenangan dan kita bisa tahu sejak kapan kita mengenal hidup,cinta dan rasa, semua tafsiran itu bisa kita kenal dengan adanya senja yang hanya sebentar itu namun meninggalkan jejak yang sangat membekas dan menaruh nilai sangat berharga dan semua itu kita belajar dari senja.

Dan disini aku belajar banyak hal, mulai tentang aku dan hatiku yang selalu berganti ganti dalam menuai rasa yang sulit aku cari tahu apa maksud dari gejolak yang kadang kadang dengan tiba tiba membara hingga tak bisa aku kendalikan nya,yang jelas aku sulit menafsirkan desiran yang membawa aku melambung dan lupa dan membuat aku takut dan lebih berhati hati dalam menjaga hatiku sendiri aku tidak boleh terjebak dengan perasaan ku sendiri yang membisikkan banyak keindahan dan janji tipu daya yang bahaya.

Bila saja aku tak kuat dalam membentengkan hati yang sangat sensitif ini aku tidak tahu bagaimana jadinya hati ini,? apakah akan tetap utuh dan tidak tersentuh oleh irisan irisan rasa yang namanya patah hati yang kerap aku kenal dalam dunia remaja di zaman sekarang di kalangan ukhti ukhti ku yang sering aku lihat banyaknya air mata yang berceceran tak berguna hanya di timpa oleh namanya patah hati. 

Seperti yang aku ketahui disekeliling ku di antara ribuan mata memandang di tengah jalan hingga di keramaian dan kesunyian tak dapat di bohongi kalau hati sering kali berganti ganti dalam tumbuh berpikir dan mengolah perasaan yang tak kunjung padam dan tak menuai sesuatu yang tak pasti, aku yang hanya seorang muslimah biasa dan naluri juga hati yang biasa biasa saja dan kemungkinan kemungkinan yang belum aku rasakan dalam dekapan yang namanya cinta bisa saja singgah kapanpun, meski hanya sekedar mengenal rasa rasa yang akan bermunculan di dalam hati ini.

Hilir mudik sosok mata saling beradu pandang dalam gelap malam di tengah indahnya lampu kota jadi saksi bisu menambah keromantisan bagi pasangan anak muda yang tengah mabuk kepayang dalam buayan cinta dan manis manis dalam berucap kata indah yang menjanjikan kebahagiaan saling berjanji sehiup semati, begitulah dunia remaja di malam hari dan siang hanya ada taburan senyum yang merona dari bibir bibir merekah yang sudah hanyut dalam dekapan kenyamanan,aku jadi teringat kata ibu " hidup di kota memang enak kita tidak akan kesulitan dalam mencari sesuatu yang kita inginkan dan yang kita butuhkan semua ada dan sudah terlengkapi tidak perlu susah payah mencari ke sana ke sini bila ada yang kita inginkan asalkan kita punya duit,tetapi kita harus kuat dalam menjaga iman dan keteguhan hati sebab bila kita tidak bisa menanggulangi nafsu kita akan bisa masuk dalam godaan dunia seperti maraknya pegaulan anak muda di zaman sekarang ini " begitulah kata beliau dalam ceceran nya pada ku dan beliau juga mengingatkan aku untuk tetap bersyukur meski hidup jauh dari kemerlapan kota dan meski sekarang aku sedang belajar di kota agar jangan sampai ikut ikutan hal hal yang tidak baik, " kamu harus ingat tempat mu di kota hanya untuk menimba ilmu  bukan yang lain " ya begitulah sosok seorang ibu yang selalu saja mempunyai rasa was was dalam menjaga dan membimbing anak anak nya yang sudah beranjak dewasa, apa lagi bagi mereka yang punya anak gadis seperti aku, aku yakin semua ibu kasih sayang nya sama cuma mereka punya cara sendiri dalam memberi arahan dan kasih sayang yang di curahkannya.

Aku yang sekarang amat berhati hati dalam menjaga sepotong hati yang telah Allah titipkan kepada ku, agar aku menjaganya, bila esok tiba datang padaku sebuah hati yang akan mengisi hari hari ku biarlah ia datang dengan sendirinya dan ridhonya berjanji dalam ikatan suci bukan dalam birahhi, bersama lantunan ayat ayat cinta yang menggema di sudut sudut ruang bercahaya.
dan biarlah waktu saja yang menjawab nya sekarang aku hanya seorang muslimah yang berusaha menjalankan peran ku sebagai muslimah semestinya, menjaga,belajar, menata hati dan sikap sebaik baiknya dan mendekatkan diri pada sang ilahi, menyerahkan segala kisah ku padanya yang penuh dengan misteri ini.



Sabtu,09:04
02.12.2017
diaryanafatih.blogspot.com

Subscribe to receive free email updates: